Kelompok 5
Novice Lebrie Sagilitany (25211246)
Arinda Pramesti (29211380)
Rina Mardiani (26211221)
Wanda Anindita (27211355)
7. Pengaruh pajak terhadap inflasi.
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Dalam hal ini pemungutan pajak haruskah adil, dan tidak mengganggu perekonomian di negara tersebut. Jika pajak yang dipungut terlalu tinggi, maka perekonomian akan terganggu, perusahaan yang kapsitasnya kecil akan mengeluarkan biaya yang tidak sebanding dengan pendapat yang mereka dapat dan ini akan menimbulkan banyak karyawan yag akan dikeluarkan dari perusahan tersebut, maka akan terjadi pengangguran. Pengangguran yang terjadi ini akan menimbulkan inflasi. Sebaliknya jika pajak yang dipungut terlalu kecil, perekonomian juga akan terganggu. Tidak akan terjadi keseimbangan, perusahaan besar akan semakin besar, perusahaan kecil akan kalah saing dengan perusahaan besar. Jika sudah demikian perusahaan kecil tidak akan laku di pasar dan akan ada banyak pegawai yang kehilangan pekerjaan juga, akan terjadi inflasi juga.
Maka yang baik adalah pajak yang seimbang, semuanya disesuaikan dengan kemampuan setiap individu atau setiap perusahaan itu sendiri. Seperti syarat yang diatas, pemungutan pajak harus adil dan tidak menggangu perekonomian di negara tersebut.
15. Equilibrium Price and Quantity (Effects of Supply and Demand). Kurva nomer 5 :
Kurva diatas menunjukan perubahan titik kesimbangan. Hal ini terjadi karena adanya perubahan terhadap kurva permintaan dan kurva penawaran. Kurva diatas menunjukan adanya perubahan harga kesimbangan terhadap kuantitas keseimbangan. Jika kurva permintaan bergeser ke kanan, itu disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan masyarakat. Semakin tinggi pendapatan masyarakat maka semakin tinggi pula permintaan dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan. Jika kurva penawaran bergeser ke kiri, itu disebabkan oleh adanya kenaikan harga bahan baku, pajak dan kebijakan-kebijakan pemerintah. Dalam hal ini, karena perubahan-perubahan tersebut terjadi secara bersamaan maka akan mempengaruhi titik keseimbangan harga tetapi tidak mempengaruhi titik keseimbangan kuantitas.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pajak
http://id.wikipedia.org/wiki/Pajak
Mata Kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.[1] Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.









