Background

Bank, Kliring, Transfer??

Hallooo lagi ^^, saya kembali lagi nih dengan cerita tentang Bank (lagi). Udah baca yang sebelumnya kan?? Nah skarang saya mau ngelanjutin lagi cerita tentang Bank-nya. Sebelumnya saya akan jelaskan isi-isi dari Bank itu sendiri, dari mana "dia" dapat uang dan gimana caranya memutarkan uang yang "dia" dapat. Cekidot guysss ^^,

Seperti pada perusahaan lain, Bank juga memiliki sistem akuntansi didalamnya. Ada bagian aktiva dan liabilities. Sisi aktiva adalah use of fund sedangkan di sisi liabilities adalah source of fund, yang artinya adalah sisi liabilites berisikan akun-akun yang merupakan sumber-sumber dana Bank. Sedangkan sisi aktiva berisikan akun-akun yang merupakan bagaimana caranya Bank memutarkan uang. Ada 3 elemen di dalam liabilities, yaitu (1) Deposit, (2) Sekuritas, dan (3) Capital.
  • Deposit = disisi liabilities, sumber dana yang paling besar adalah dari deposit. Bank dikatakan sehat jika deposit lebih besar dari sekuritas dan capital. Deposit bank terdiri dari : (1) Tabungan, (2) Giro, dan (3) Deposito. Bank harus membayar bunga untuk deposit ini, sebut saja sebagai i1.
  • Sekuritas = yang kedua adalah sekuritas, sekuritas hanya memiliki persentase yang tidak banyak sebagai sumber dana Bank. Sekuritas Bank terdiri dari : (1) Obligasi, (2) Kredit likuiditas BI, dan (3) Pinjaman Holding. Disini Bank yang menjual elemen-elemen sekuritas tersebut, jadi Bank harus membayar bunga, anggap saja sebagai i2.
  • Capital = sumber dana kedua terbesar Bank adalah capital. Capital berisikan : (1) Setoran Modal, (2) Retained Earning, dan (3) Deviden, sebut saja sebagai i3.
Liabilities udah, skarang giliran aktiva, tadi kan dibilang kalo aktiva itu isinya caranya Bank untuk menyalurkan uang yang udah "dia" dapat biar dapet untung (use of fund). Aktiva ini punya 4 elemen didalamnya, yaitu (1) Kas Tersedia, (2) Loan, (3) Sekuritas, dan (4) Aset Lain.
  • Kas Tersedia = tentunya Bank harus memiliki kas tersedia, kenapa? Karena jika ada nasabah yang ingin menarik uangnya, gimana coba kalo ga ada kas-nya? Repot kan. Makanya Bank harus memiliki kas tersedia. Kas tersedia ada 2 macam, dalam bentuk uang kas (tunai), juga dalam bentuk simpanan di BI (Bank Indonesia), atau yang bisasa disebut RKBI.  Jumlah minimal simpanan pada BI ada ketentuannya, yaitu sebesar 8% dari total deposit. Boleh lebih tapi tidak boleh kurang.
  • Loan = kalo di di liabilities ada deposit sebagai sumber dana terbesar, di aktiva ada loan syang menyalurkan dana terbesar. Loan memiliki bunga yang harus di bayar oleh peminjam, anggap saja sebagai i4.
  • Sekuritas = sama dengan sekuritas di liabilities, bedanya disini Bank yang membeli obligasi dan saham. Bank akan mendapat bunga dari obligasi sedangkan deviden dari saham. Bunga atau deviden ini kita anggap sebagai i5.
Dari pernyataan di atas, dapat kita simpulkan bahwa, i4 dan i5 harus lebih besar dari i1, i2, dan i3 (i4, i5 > i1, i2, i3). Itu dilakukan agar Bank juga mendapat keuntungan. Dalam akuntansi, Bank memiliki perlakuan yang sedikit berbeda. Jika sisi aktiva mengalami penambahan, Penambahan tersebut harus dicatat di debit, sedangkan mengalami pengurangan, pengurangan tersebut harus dicatat di kredit. Berbeda dengan aktiva, sisi liabilities justru bsebaliknya. Jika sisi liabilities mengalami penambahan maka penambahan tersebut harus dicatat di kredit sedangkan jika mengalami penurunan maka penurunan tersebut harus dicatat di debit.

Nah, disini ada cerita tentang surat menyurat. Jadi, misalkan ada 4 instansi yang setiap hari saling berkiriman surat. Ada LTM, CMH, LJK, dan KKB. Mereka masing-masing memiliki kurir untuk mengantarkan surat. Setiap pagi kurir masing-masing mengantarkan surat dari boss-nya untuk ketiga koleganya yang lain. Dan setiap sore, mengatar balasan untuk boss-nya dari ketiga koleganya yang lain. Setiap jam makan siang, keempat kurir ini pasti bertemu di sebuah kedai untuk makan siang. Lama kelamaan mereka saling kenal dan untuk menghemat waktu serta tenaga, mereka sepakat untuk menjadikan kedai tersebetu sebagai tempat mereka bertukar surat. Pemilik kedai merasa dirugikan, karena mereka hanya menggunakan kedainya sebagai tempat bertukar surat tanpa membeli makan, hanya membeli minum. Sang pemilik kedai meminta mereka untuk membayar karena tempatnya telah mereka pakai sebagai tempat pertemuan.
Contoh diatas dapat mencerminkan Bank. Keempat instansi tadi mencontohkan Bank-Bank yang ada. Sedangkan kedai tadi mencontohkan sebagai BI (Bank Indonesia). Dan bayaran untuk pemilik kedai adalah simpanan di BI (RKBI). Surat yang dikirim adalah warkat. Apa itu warkat? Warkat adalah item, document yaitu instrumen perbankan, antara lain cek dan inkaso, yang menggambarkan dana yang belum diterima; kertas berisi keterangan mengenai suatu peristiwa untuk dipakai sebagai bukti, seperti warkat kliring, warkat inkaso, warkat dalam penyelesaian, kuitansi, dan kartu pegawai.

Nah, ada cerita lain. Kali ini tentang kliring. Mari disimak :)
Dimisalkan ada 2 orang yang bekerja sama. Ada Tn. Taemin dan Nn. Arin. Tn Taemin adalah nasabah Bank Shining sedangkan Nn Arin adalah nasabah Bank Star. Suatu saat Tn Taemin memesan 500 potong pakaian kepada Nn Arin seharga 50jt. Tn Taemin mengeluarkan cek Bank Shining untuk membayar kepada Nn Arin. Nn Arin ingin mencairkan cek tersebut di BankStar. Bank Star  tidak mungkin langsung menagihnya ke Bank Shining. Agar lebih mudah Bank Star akan mengirimkan cek tersebut ke BI (sesuai dengan cerita kedai sebelumnya), Bank Shining dan Bank Star masing-masing memiliki simpanan di BI atau RKBI.

Lalu Bank Star menagih uang dengan cek Bank Shining yang diberikan oleh Nn Arin ke BI. Lalu BI memberitahukan kepada Bank Shining bahwa ada yang ingin mencairkan dana lewat cek Bank Shining atas nama Tn Taemin. Lalu pihak Bank Shining mengecek apakah tabungan giro Tn Taemin mencukupi untuk jumlah yang tertera pada cek tersebut. Jika tidak mencukupi maka Bank Shining akan memberikan tolakan kliring*. Nah, disini dimisalkan uang di tabungan giro Tn Taemin mencukupi, maka proses kliring pun terjadi. Ketika BI mendapatkan tagihan cek, kita sebut dengan "nota debit keluaran", sedangkan ketika BI menagih cek kita sebut dengan "nota debit masukan". Nota debit keluaran akan menambah saldo pada RKBI Bank, sedangkan jika nota debit masukan akan mengurangi saldo pada RKBI Bank.
Dimisalkan hubungan Tn Taemin dan Nn Arin makin lama makin dekat, lalu mereka berpacaran. Suatu saat Nn Arin berulang tahun dan Tn Taemin ingin memberikan hadiah yaitu berupa tabungan sebesar 50jt. Tn Taemin akan mengirimkan uang ke rekening Nn Arin. Bank Shining akan mengirimkan warkat kepada BI untuk mengirimkan uang kepada Bank Star atas nama Nn Arin. Bank Shining mengirimkan surat ke BI disebut dengan "nota kredit keluaran", Bank Star menerima surat dari BI disebut dengan "nota kredit masukan". Nota kredit keluaran akan mengurangi saldo Bank di RKBI sedangkan nota kredit masukan akan menambah saldo Bank di RKBI.
Tadi telah disebut tolakan kliring, jika ada tolakan kliring maka saldo Bank di RKBI bisa bertambahn ataupun berkurang. Dalam transaksi yang dilakukan di atas, saldo simpanan Bank di BI atau RKBI akan selalu berubah-ubah. Pada saat mendeposit uang di RKBI, Bank harus memperkirakaan jumlah uang agar saldonya tidak kurang dari minimal. Jika saldo RKBI Bank sudah menipis dan melebihi batas minimal, Bank tersebut harus meminjam uang di Bank lain yang saldonya masih mencukupi bahkan berlebih. Uang pinjaman ini disebut dengan call money. Bunga call money sama dengan bunga loan, bedanya bunga loan dihitung per tahun sedangkan bunga call money dihitung per malam.

Contoh diatas adalah kliring untuk satu wilayah, jika berbeda wilayah beda lagi ceritanya.
Dimisalkan ceritanya sama dengan yang diatas, namun Tn Taemin ada di Surabaya sedangkan Nn Arin ada di Jakarta. Maka siklusnya akan seperti ini :

Ada dua cara, pertama Bank Shining Sby akan mentransfer uang ke Bank Shining Jkt, lalu Bank Shining Jkt melakukan kliring pada BI Jkt, BI jkt akan melakukan kliring dengan Bank Star Jkt lalu mengirimnya pada tabungan Nn Arin.
Siklus yang kedua adalah, Bank Shining Sby melakukan kliring pada BI Sby, lalu BI Sby melakukan kliring ke Bank Star Sby, lalu Bank Star Sby akan mentransfer uangnya ke Bank Star Jkt dan mengirimnya pada tabungan Nn Arin.


Nah, segitu dulu ya cerita tentang Bank nya. Kalo ada kesempatan saya lanjut lagi ^^







Salam ^^
Arinda Pramesti
29211380



Sumber :
http://www.mediabpr.com/kamus-bisnis-bank/warkat.aspx

Leave a Reply